Peran Pustakawan Terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan
Abstract
penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pustakawan terhadap kualitas layanan perpustakaan SMAN 1 Pleret Kabupaten Bantul yang meliputi indikator tolak ukur kualitas layanan yaitu: (1) bukti fisik (tangibles), (2) keandalan (reliability), (3) ketanggapan (responsiveness), (4) jaminan (assurance), dan (5) empati (emphaty). Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu pustakawan sebagai informan utama serta siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian antara lain pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pustakawan terhadap kualitas layanan perpustakaan SMAN 1 Pleret adalah sebagai berikut: 1) pustakawan mampu untuk menunjukkan eksistensi perpustakaan sekolah, dimana perpustakaan mampu menjaga penampilan, baik penampilan diri maupun penampilan fasilitas atau sarana dan prasarana, serta kelengkapan sarana dan prasarana perpustakaan; 2) pustakawan berperan dalam memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja petugas perpustakaan disesuaikan dengan harapan siswa yang berarti memperhatikan ketepatan waktu, pelayanan yang sama unuk setiap siswa, serta kecermatan dalam memberikan layanan; 3) pustakawan mampu serta mau membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada siswa serta dapat menyampaikan informasi secara jelas; 4) pustakawan menjaga kesopanan, menambah pengetahuan serta kemampuannya untuk menumbuhkan rasa percaya siswa pada perpustakaan yang terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, keamanan, kenyamanan, kompetesi, serta sopan santun; 5) pustakawan memberikan perhatian serta memahami kebutuhan siswa sebagai pengguna perpustakaan. Perpustakaan sekolah diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang memahami kebutuhan siswa.
Downloads
References
. (2007). Perpustakaan sekolah: Pendekatan aspek manajemen dan tata kerja. Jakarta: Grasindo.
Hartono. (2016). Manajemen perpustakaan sekolah: Menuju perpustakaan modern dan profesional. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Mohindra, R., & Kumar, A. (2015). User Satisfaction Regarding Quality of Library Services of A.C. Joshi Library, Panjab University, Chandigarh. Journal of Library & Information Technology, Vol. 35, No. 1.
Patil, S. & Sawant, S. (2017). Service Quality Expectations of Academic Library Users. Mumbai: SHPT School of Library Science.
Pemerintah Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43, tahun 2007, tentang Perpustakaan. Jakarta: Sekretariat Negara.
. (2014). Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007, tentang Perpustakaan, Jakarta: Sekretariat Negara.
Perpustakaan Nasional. (2017). Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12, Tahun 2017, tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah.
Rahayuningsih, F. (2007). Pengelolaan perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
. (2015). Mengukur kepuasan pelanggan: Menggunakan metode LibQUAL+TM. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suwarno, W. (2009). Psikologi perpustakaan. Jakarta : Sagung Seto
.(2010). Ilmu perpustakaan & kode etik pustakawan, Yogjakarta: ArRuzz Media Group.
Yusuf, P.M., & Suhendar, Y. (2013). Pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Jakarta: kencana.
Copyright (c) 2021 Lia Yuliana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


1.png)


