https://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/issue/feedJambura Early Childhood Education Journal 2026-08-05T13:08:22+00:00Yenti Juniartiyenti@ung.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jambura Early Childhood Education Journal</strong> is a journal that focuses on early childhood studies, discussing parent-child relationships, multiple intelligences, and pedagogies. This journal is published by the Education Teacher and Early Childhood Education Department, which aims to facilitate professionals, academics, researchers, scholars, and university students who conduct empirical and original work. The Jambura Journal publishes articles on Early Childhood Education twice a year, every January and July.</p> <p>ISSN ONLINE: <strong><a href="http://u.lipi.go.id/1580046597" target="_blank" rel="noopener">2716-2974</a></strong> | ISSN PRINT: <a href="http://u.lipi.go.id/1537939798" target="_blank" rel="noopener"><strong>2654-752X</strong></a></p>https://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4825PHBS dalam Tinjauan Pedagogi Bermain dan Internalisasi Moral Anak Usia Dini2026-08-05T02:34:43+00:00Jumiatmoko Jumiatmokojumiatmoko1391@gmail.comUpik Elok Endang Rasmaniupikelok@staff.uns.ac.idNurul Shofiatin Zuhronurulzuhro@staff.uns.ac.idAnjar Fitrianingtyasanjarfitrianingtyas@staff.uns.ac.idNovita Eka Nurjanah novitapgpaud@staff.uns.ac.id<p style="text-align: justify;"><em>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan keterampilan hidup mendasar bagi anak usia dini, namun implementasi pembelajarannya masih sering berfokus pada kepatuhan dan mengabaikan proses internalisasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bagaimana pedagogi berbasis bermain dapat menstimulasi PHBS sekaligus menumbuhkan nilai-nilai moral pada anak usia dini. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Data disintesis dari berbagai studi yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 dari berbagai laman indeksasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pedagogi berbasis bermain yang bersifat simulatif, gamifikasi, dan konstruktif secara signifikan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menstimulasi perkembangan moral anak. Studi ini juga menemukan bahwa hidden curriculum dalam aktivitas bermain mampu mentransformasikan instruksi yang bersifat eksternal menjadi kesadaran moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pedagogi berbasis bermain merupakan sarana penting bagi stimulasi perkembangan anak secara holistik. Oleh karena itu, pendidik perlu mengintegrasikan stimulasi perkembangan moral dalam berbagai aktivitas bermain guna mewujudkan pendidikan yang berkelanjutan.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jumiatmoko Jumiatmokohttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4942Mindful Learning melalui Permainan Tradisional Batewah untuk Mengenalkan Budaya Lokal Banjarmasin pada Anak Usia Dini2026-08-05T02:33:16+00:00Maulidha Maulidharizkivisitasi2023@gmail.comM. Agus Safrian Nurmasn0991@gmail.comRizki Nugerahani Iliserizkinugerahani@gmail.com<p><em>This study aims to describe the application of mindful learning through the traditional Batewah game in introducing Banjarmasin local culture to early childhood learners. This research employed a qualitative approach with a narrative study design. The participants were a Group B teacher teaching children aged 5-6 years and early childhood learners involved in Batewah-based learning activities at PAUD IT Nurul Fikri Banjarmasin. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed narratively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Batewah game can serve as a conscious, active, enjoyable, and contextual learning medium. Children demonstrated improved attention, turn-taking ability, emotional regulation, cooperation, rule compliance, and respect for peers. Moreover, Batewah helped children recognize Banjar local culture through direct experience, regional language use, game rules, and social values such as togetherness, sportsmanship, responsibility, and patience. The study concludes that mindful learning based on the traditional Batewah game has potential as an early childhood learning strategy that supports children’s holistic development while preserving local cultural identity</em><em>.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Maulidha Maulidhahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4939Implementasi Kemitraan Orang Tua terhadap PAUD Holistik Integratif di TK Methodist 05 Palembang2026-08-05T02:36:59+00:00Elizabeth Hutapealizbethjh786@gmail.comAchmad Wahidylizbethjh786@gmail.comPadilahpadilah@univpgri-palembang.ac.id<p><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemitraan antara orang tua dan sekolah dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi kemitraan orang tua di TK Methodist 05 Palembang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan orang tua telah berjalan baik, diwujudkan melalui kelas parenting, komunikasi intensif guru-orang tua, keterlibatan dalam kegiatan sekolah, pendampingan belajar di rumah, serta partisipasi dalam program kesehatan dan gizi bersama Puskesmas Makrayu. Faktor pendukung meliputi komunikasi terbuka, program parenting rutin, dukungan sekolah, dan keterlibatan aktif orang tua, sedangkan hambatan yang ditemukan relatif kecil, yaitu keterbatasan waktu orang tua dan perbedaan pemahaman terhadap program sekolah. Kemitraan orang tua terbukti berkontribusi positif terhadap keberhasilan PAUD Holistik Integratif dan tumbuh kembang anak secara optimal.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Elizabeth Hutapeahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4902Partisipasi Anak PAUD dalam Pawai Kebudayaan “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”: Persepsi Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Sosial-Emosional2026-08-05T02:40:09+00:00Rosmianihasanuddinrosmiani@gmail.comAgustanagustanpalu@gmail.comBesse Nirmalabessenirmala@untad.ac.id<p><em>This study examines parental perceptions of the impact of early childhood participation in the "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia" (I Am Proud to Be an Indonesian Child) cultural parade on children's social-emotional development. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended Likert scale questionnaire (1–4) distributed to 25 parents selected via simple random sampling from a population of 250 parents of parade participants in Palu Barat District, Palu City. Descriptive statistical analysis revealed high mean scores (M = 3.24–3.56) across all dimensions, with the highest scores recorded for cultural introduction, positive experiences, teacher support, and children's enthusiasm. Aspects receiving lower scores included event scheduling and venue management. Open-ended responses further highlighted benefits related to peer socialization, cross-class interaction, and creative self-expression through costumes. These findings are substantiated by sociocultural theory (Vygotsky), cognitive developmental theory (Piaget), social learning theory (Bandura), and psychosocial theory (Erikson). Overall, parents rated the activity highly positively for children's holistic development, with recommendations for improvements in scheduling and activity diversification.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rosmiani, Agustan, Besse Nirmalahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4804Pengaruh Pembelajaran Berbasis Joyful Learning Terhadap Pembelajaran Mendalam Pada Anak Usia Dini 2026-08-05T02:42:27+00:00Putri Kharisma Dewiputrikharisma070603@gmail.comEen Yayah Haenilaheenyayahhaenilah@fkip.unila.ac.idNopiana Nopiananopiana1201@fkip.unila.ac.id<p><em>This study was motivated by the low level of deep learning among early childhood students, as evidenced by a lack of active engagement, critical thinking skills, and difficulties in connecting learning experiences to daily life. This study aims to determine the effect of joyful learning-based instruction on deep learning in early childhood. The research hypothesis is that there is an effect of joyful learning-based instruction on deep learning in early childhood. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The study subjects consisted of 23 children aged 5–6 years at Al-Akbar Rajabasa Kindergarten in Bandar Lampung. Data were collected through observation and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating that joyful learning-based instruction has an effect on deep learning in young children. Learning activities through play, experiments, projects, and concrete media encourage children to be more active, understand concepts, and reflect on their learning experiences. The research findings suggest that deep learning in early childhood should take place in an integrated manner to optimally stimulate the development of young children.</em></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Putri Kharisma Dewi, Een Yayah Haenilah, Nopiana Nopianahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4653Pengaruh Metode Bermain Berbasis Teori ZPD Terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini 2026-08-05T12:08:04+00:00Marlin Somanmarlinsoman2003@gmail.comPupung Puspa Ardinipupung.p.ardin@ung.ac.idSri Rawantisrirawanti@ung.ac.id<p>Fokus utama kajian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas metode bermain berbasis Zone of Proximal Development (ZPD) terhadap perkembangan kompetensi sosial anak. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 15 subjek. Data menunjukkan peningkatan skor rata-rata yang signifikan dari 28,40 (pre-test) menjadi 46,27 (post-test). Melalui uji-t pada taraf signifikansi 0,05, terbukti bahwa intervensi ini secara positif meningkatkan kemampuan kerja sama, kepatuhan pada aturan, dan empati siswa. Hasil ini mengonfirmasi bahwa bimbingan guru (scaffolding) dalam kerangka ZPD berhasil mengoptimalkan potensi sosial anak, sehingga hipotesis alternatif (H1) diterima.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marlin Soman, Pupung Puspa Ardini, Sri Rawantihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4591Pengaruh Aktivitas Belajar di Luar Kelas Terhadap Kemampuan Kesadaran Diri Anak Usia 5 - 6 Tahun 2026-08-05T12:09:05+00:00Apriyati Masiaapriyatimasia131@gmail.comNunung Suryana Jaminnunung_sj@ung.ac.idSri Wahyuningsi Laiyasri_paud@ung.ac.id<p>Abstrak</p> <p> ______________________________________________________________</p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kegiatan pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan kesadaran diri pada anak usia 5–6 tahun. Pembelajaran di luar kelas dipandang sebagai pendekatan yang memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar secara langsung. Melalui pengalaman belajar yang nyata dan kontekstual tersebut, anak dapat mengembangkan berbagai kemampuan dan keterampilan secara lebih utuh, khususnya dalam membangun kesadaran diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 16 anak yang diamati selama sembilan kali pertemuan pembelajaran, yang dirancang berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan tema dan subtema yang berbeda pada setiap pertemuan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung terhadap aktivitas anak menggunakan lembar penilaian yang memuat tiga indikator utama kemampuan kesadaran diri, yaitu kemandirian, interaksi sosial, dan kepercayaan diri. Setiap indikator dinilai berdasarkan kategori perkembangan, yakni mulai berkembang (MB), berkembang sesuai harapan (BSH), dan berkembang sangat baik (BSB). Analisis data dilakukan dengan cara menghitung persentase perkembangan anak pada masing-masing indikator di setiap pertemuan, sehingga perubahan perkembangan dapat diamati secara bertahap sebagai hasil dari stimulasi pembelajaran di luar kelas. Melalui metode ini, peneliti dapat memahami dinamika perkembangan kesadaran diri anak dari waktu ke waktu serta mengetahui sejauh mana aktivitas belajar di luar kelas memberikan kontribusi terhadap peningkatan setiap indikator tersebut.</p> <p>Kata Kunci: Belajar di Luar Kelas, Kemampuan Kesadaran Diri, Anak Usia Dini</p> <p> </p> <p> </p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Apriyati Masia, Nunung Suryana Jamin, Sri Wahyuningsi Laiyahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4434Pengaruh Aplikasi Color Shape Terhadap Kemampuan Mengenal Warna Anak Usia 5-62026-08-05T12:14:29+00:00Wiyan Samadiwiyansamadi55@gmail.comSri Wahyuningsi Laiyasri_paud@ung.ac.idSri Rawantisrirawanti@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Color Shape terhadap kemampuan mengenal warna pada anak usia 5–6 tahun di TK Kamboja, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 20 anak. Instrumen yang digunakan berupa tes pengenalan warna yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengenal warna setelah diberikan perlakuan menggunakan aplikasi Color Shape. Nilai rata-rata pretest sebesar 19,15 meningkat menjadi 42,25 pada posttest. Selanjutnya, hasil uji-t berpasangan memperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi Color Shape berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 5–6 tahun.</p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Wiyan Samadi, Sri Wahyuningsi Laiya, Sri Rawantihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4501Implementasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Ditinjau Aktivitas Di Sekolah 2026-08-05T12:18:40+00:00Yolanda Purnama Puangoloyolandapuangolo01@gmail.comNurhayati Tinenurhayati.tine@ung.ac.idYenti Juniarti yenti@ung.ac.id<p><strong><sup>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan gerak halus anak usia 4–5 tahun melalui berbagai aktivitas pembelajaran di TK Negeri Melati Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian menggunakan desain metode penelitian kualitatif dengan strategi deskriptif, menggunakan teknik observasi lapangan, sesi wawancara, serta peninjauan dokumen untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai perkembangan data penelitian menunjukkan bahwa kapasitas motorik halus pada anak dalam hal sinkronisasi mata dan tangan menjumput benda kecil, menggunting dan menempel, menggambar awal, meronce, serta melakukan aktivitas manipulatif lainnya masih bervariasi dan memerlukan stimulasi yang konsisten. Aktivitas pembelajaran seperti mewarnai, meronce, kolase, finger painting, dan permainan pola terbukti membantu meningkatkan kekuatan jari, ketepatan gerak, serta kreativitas anak. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang memberikan arahan, contoh, dan penguatan positif sehingga anak lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aktivitas motorik halus yang terencana dan berulang mampu memberikan perkembangan yang signifikan terhadap motorik halus anak serta mendukung kesiapan belajar pada tahap selanjutnya<br></sup></strong></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yolanda Purnama Puangolo, Nurhayati Tine, Yenti Juniarti https://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4953Meningkatkan Rasa Nasionalisme Anak 5-6 Tahun Melalui Pengenalan Budaya Lokal Sumatera Selatan2026-08-05T12:20:53+00:00Noviantinoviantieffendi05@gmail.comTuti Firdayaniannisarahim242@gmail.comDarwin Effendidarwinpasca2010@gmail.com<p><sup><em>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran konkret. Penelitian ini dilakukan karena anak-anak belum menunjukkan indikator nasionalisme secara optimal, khususnya dalam hal cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Kegiatan pembelajaran konkret diharapkan dapat memberikan pengalaman bermakna yang memungkinkan anak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B di TK Alfarizi, Banyuasin. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan pencapaian indikator nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal Sumatera Selatan secara efektif meningkatkan sikap nasionalisme anak. Pada Siklus I, 6 anak (40%) dikategorikan Mulai Berkembang (MB), 6 anak (40%) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 3 anak (20%) Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah perbaikan pada Siklus II, 13 anak (86,7%) mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Anak-anak menunjukkan sikap yang lebih baik dalam mencerminkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengenalan budaya lokal Sumatra Selatan dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan nasionalisme pada anak usia dini, khususnya dalam mengembangkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik anak usia dini dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pembelajaran di kelas sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter sejak dini. Namun, penelitian ini terbatas pada satu taman kanak-kanak dengan jumlah partisipan yang relatif sedikit; oleh karena itu, hasilnya tidak dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan sampel yang lebih besar dan mengeksplorasi penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal di lingkungan pendidikan serta wilayah yang berbeda.</em></sup></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Noviantihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4390Pengaruh Game Edukasi Terhadap Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun 2026-08-05T12:34:36+00:00Sulistriyani Kasimsulistriyanikasim03@gmail.comIrvin Novita Arifin irvinnovitaarifin@ung.ac.idIcam Sutisnaicamsutisna@ung.ac.id<p style="text-align: justify;"><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung anak serta kurangnya penggunaan game edukasi dalam pembelajaran berhitung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh game edukasi terhadap kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Melati Permata, Desa Permata, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan sampel jenuh, yaitu seluruh anak kelompok B sebanyak 12 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan tes performance dengan indikator menyebutkan bilangan 1–10, mengurutkan bilangan 1–10, dan mengenal konsep berhitung dengan benda. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t. Hasil pretest menunjukkan nilai mean sebesar 16,40 dan median 17,00. Setelah perlakuan, hasil posttest meningkat dengan mean sebesar 34,70 dan median 34,50. Hasil uji-t menunjukkan thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, game edukasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>2026-07-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sulistriyani Kasim, Irvin Novita Arifin , Icam Sutisnahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4919Kontribusi Persepsi Guru Terhadap Storytelling dan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini 2026-08-05T12:36:52+00:00Gian Fitria Anggrainigian21@fkip.unila.ac.idSusanthi Pradinisusanthi.pradini7201@fkip.unila.ac.id<p><em>Critical thinking skills are among the most crucial 21st-century skills to develop from an early age. This study uses a correlational quantitative approach to analyze the relationship and contribution of teachers' perceptions of storytelling methods to early childhood critical thinking skills. The total sample in this study comprised 108 early childhood teachers selected through random sampling. Data collection was carried out using questionnaires. The results of the analysis showed a significant positive relationship between teacher perception and children's critical thinking skills, although the relationship was weak (r = 0.263, p = 0.006). In addition, teachers' perceptions account for only 6.9% of critical thinking skills, while the remaining 93.1% is influenced by other factors. Based on the results of the cross-table analysis, a gap between theory and practice in storytelling activities was revealed: teachers' understanding was dominated by the medium category (42.59%), even though almost all teachers strongly agreed on the urgency of storytelling. This can cause children's critical thinking skills to fail to develop optimally, as reflected in the moderate category (72.2%). This research confirms the need to reconstruct storytelling training, especially for teachers, to place greater emphasis on design techniques that highlight critical questions in storytelling activities. </em></p> <p><em>Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang krusial untuk dibangun sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan serta kontribusi persepsi guru terhadap metode storytelling terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Adapun total sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 guru PAUD yang dipilih secara acak (random sampling). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi guru dan kemampuan berpikir kritis anak, meskipun berada pada kategori hubungan yang lemah (r = 0.263, p = 0.006). Selain itu, persepsi guru hanya memberikan kontribusi sebesar 6,9% terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan sisanya 93,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil analisis tabel silang, terungkap adanya gap atau kesenjangan antara teori dan praktik dalam kegiatan storytelling, di mana pemahaman guru didominasi oleh kategori sedang (42,59%), meskipun hampir semua guru menyatakan sangat setuju terhadap urgensi storytelling. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan berpikir kritis anak tidak berkembang secara optimal, yang tercermin pada kategori sedang (72,2%). Penelitian ini menegaskan adanya rekonstruksi pelatihan storytelling, khususnya bagi guru, agar lebih berfokus pada teknik perancangan yang menonjolkan pertanyaan-pertanyaan kritis selama kegiatan bercerita. </em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Gian Fitria Anggraini, Susanthi Pradinihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4938Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Saintifik 2026-08-05T12:44:31+00:00Anisa Rahimannisarahim242@gmail.comSanta Iayana Sinagasantasinaga@univpgri-palembang.ac.idPadilahpadilah@univpgri-palembang.ac.id<p style="text-align: justify;"><em>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sosial anak Kelas B2 RA El-Fajr Palembang, di mana dari 15 anak, 13 anak belum mampu bekerja sama, menghargai teman, mengikuti aturan, dan berbagi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan sosial anak melalui kegiatan saintifik yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 15 anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari pra siklus (6,6%), siklus I (40%), hingga siklus II (86,66%) melebihi target 75%. Dengan demikian, kegiatan saintifik melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunika</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Anisa Rahimhttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4887Pengaruh Pembelajaran Sains Melalui Kegiatan Water Play terhadap Perkembangan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini2026-08-05T13:08:22+00:00Almeyida Nur Azzahranurazzahraalmeyida@gmail.comNika Cahyatinikacahyati@umku.ac.id<p>Perkembangan kecerdasan naturalis anak dipengaruhi oleh stimulasi yang diberikan dalam proses pembelajaran.Berdasarkan teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner, kecerdasan naturalis dapat berkembang melalui interaksi anak dengan alam dan lingkungan sekitarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi awal kecerdasan naturalis anak, mendeskripsikan kondisi akhir kecerdasan naturalis anak setelah metode pembelajaran sains berbasis water play, serta menganalisis pengaruh pembelajaran sains melalui kegiatan water play terhadap perkembangan kecerdasan naturalis anak usia dini di RA Al-Ikhlas.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas anak kelompok A di RA Al-Ikhlas.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung 74,858 > t-tabel 1,796.Selain itu, rata-rata perkembangan kecerdasan naturalis anak mengalami peningkatan sebesar 23,42% setelah mengikuti kegiatan water play.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains melalui kegiatan water play efektif digunakan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini.</p> <p>Kata Kunci ; water play, pembelajaran sains, kecerdasan naturalis, anak usia dini.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Almeyida nur azzahrahttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4907Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Kelompok Bermain di Kober Sinar Kasih Cigugur2026-08-05T12:49:14+00:00Hafida Iman NinaninahafidaO@gmail.comChitra Charisma Islamicamarperkasa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pendidikan kelompok bermain di Kober Sinar Kasih Cigugur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 5 orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi positif terhadap pendidikan kelompok bermain. Orang tua memandang kelompok bermain sebagai sarana yang mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, bahasa, kognitif, serta kemandirian anak. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh pengalaman orang tua, lingkungan sosial, tingkat pendidikan, dan kebutuhan keluarga. Orang tua juga menunjukkan keterlibatan yang cukup baik dalam mendukung kegiatan pembelajaran anak baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu, orang tua berharap kelompok bermain mampu menghasilkan anak yang mandiri, percaya diri, memiliki kemampuan sosial yang baik, serta siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hafida Iman Nina, Chitra Charisma Islamihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/3867Pengaruh Permainan Maze Alphabet Terhadap Keaksaraan Awal Anak Usia 5-6 Tahun2026-08-05T12:53:25+00:00Asih Budi Kurniawatiasihbudi.kurniawati@fkip.unila.ac.idNursabilla Maharani Dwiyanviyenti.juniarti@gmail.comDevi Nawangsasiyenti@ung.ac.id<p><em>This study was motivated by the low early literacy skills of children aged 5-6 years who were located at PAUD Raudhatul Jinan Bandar Lampung. This study aims to determine the effect of the alphabet maze game on the early literacy of children aged 5-6 years. This study is a quantitative study with a Quasi Experiment research method and a Nonequivalent Control Group Design research design, namely with one experimental class and one control class. The sample of this study was children aged 5-6 years at PAUD Raudhatul Jinan totaling 50 children. The data collection technique used observation techniques in the form of checklists and documentation. The data analysis technique in this study used a simple linear regression analysis test. The results of the simple linear regression analysis test showed a significant value = 0.000 ˂ 0.05, so Ha was accepted, which means that there is an effect of the use of the alphabet maze game on the early literacy of children aged 5-6 years in group B PAUD Raudhatul Jinan Bandar Lampung</em></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Asih Budi Kurniawatihttps://www.ejournal-fip-ung.ac.id/ojs/index.php/jecej/article/view/4789Hubungan Tingkat Stres Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Pada Anak Autism Spectrum Disorder: Perspektif Person-Environment-Occupation Model2026-08-05T12:57:05+00:00Hermito Gidionhermito.gidion@ui.ac.idRestu Aji Wijayahermito.gidion@ui.ac.idZulfa Khoirunisah yenti@ung.ac.idWawan Hermawanhermito.gidion@ui.ac.id<p class="BasicParagraph"><span lang="EN-GB">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres orang tua terhadap keterampilan sosial anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berdasarkan perspektif Person-Environment-Occupation (PEO) Model. Anak dengan ASD umumnya mengalami hambatan dalam komunikasi dan interaksi sosial yang berdampak terhadap performa okupasi sehari-hari, sehingga meningkatkan tuntutan pengasuhan dan risiko stres pada orang tua. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 49 orang tua anak ASD usia 6–14 tahun di SLB Negeri Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres orang tua diukur menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP), sedangkan keterampilan sosial anak diukur menggunakan Vineland Adaptive Behavior Scales Third Edition (Vineland-3) domain socialization. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres orang tua dan keterampilan sosial anak ASD (p<0,05), dimana semakin tinggi tingkat stres pengasuhan maka semakin rendah keterampilan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres pengasuhan merupakan faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan keterampilan sosial anak ASD sehingga diperlukan intervensi terapi okupasi berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial anak.</span></p> <p><strong><span lang="IN">Kata Kunci:</span></strong><span class="apple-converted-space"><span lang="IN"> </span></span><span lang="IN">Autism Spectrum Disorder, stres pengasuhan, keterampilan sosial, terapi okupasi, PEO model.</span></p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hermito Gidion