Sumber Belajar Berbasis Cetak dalam Membantu Siswa SMP Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Analitis
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sumber belajar berbasis cetak dapat membantu siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis di tengah derasnya arus informasi digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di SMP 10 Palu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar berbasis cetak masih menjadi media utama dalam proses pembelajaran di SMP 10 Palu. Guru menerapkan kebijakan pengumpulan handphone selama jam pelajaran untuk meminimalisasi distraksi digital dan mendorong siswa lebih fokus membaca serta memahami materi dari buku teks. Aktivitas membaca, diskusi literasi, dan proyek berbasis buku terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa. Selain itu, keberadaan perpustakaan sekolah menjadi faktor pendukung penting dalam membangun budaya literasi dan minat baca. Meskipun media cetak memiliki keterbatasan seperti informasi yang kadang tidak mutakhir dan biaya pengadaan yang relatif tinggi, penggunaannya tetap relevan dalam membentuk karakter belajar yang tekun, fokus, dan reflektif. Temuan ini menegaskan bahwa di era digital, sumber belajar berbasis cetak masih memiliki peran strategis dalam pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) pada peserta didik.
References
Aini, R. (2022). Peran Membaca Buku Cetak dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Menengah. Jakarta: Rajawali Pers.
Ennis, R. H. (2018). Critical Thinking Across the Curriculum: A Vision. Inquiry: Critical Thinking Across the Disciplines, 33(1), 1–12.
Harjono, D. (2021). Pengaruh Media Cetak terhadap Konsentrasi dan Daya Ingat Peserta Didik SMP. Jurnal Pendidikan dan Literasi, 9(2), 45–53.
Kemendikbud. (2022). Panduan Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Santrock, J. W. (2020). Educational Psychology (7th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Sari, D., & Nugraha, E. (2024). Model Pembelajaran Literasi Berbasis Cetak dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan, 15(1), 23–31.
Suryani, L. (2023). Peranan Sumber Belajar Cetak dalam Membentuk Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik. Jurnal Teknologi Pendidikan, 11(3), 67–75.
Wulandari, A. (2020). Pembelajaran Berbasis Cetak dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Analisis Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 8(2), 88–95.
Copyright (c) 2026 Risnawati Yusuf, Windra Windra , Firdha Salsabila, Risna Risna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







