Peningkatan Pemahaman Ideologi Bangsa Berdasarkan Pemetaan Nilai Pancasila di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo
Abstract
Abstract:
The challenge of value disorientation due to exposure to hoaxes, digital radicalism, and extreme individualism is currently a stark reality faced by Generation Z students in higher education settings. To respond to the juridical mandate of strengthening the state ideology as stipulated in Law Number 12 of 2012 and Government Regulation Number 4 of 2022, Universitas Negeri Gorontalo needs to address implementation gaps in the field. Preliminary data indicates that 55% of students still perceive Pancasila merely as rigid theoretical memorization, resulting in only 25% actualizing it in their daily lives. This condition forms the basis of a community service program aimed at accelerating the understanding and internalisation of Pancasila values among UNG students through measured interventions. Utilizing a Participatory Action Research approach, the program mobilized four main stages: capacity incubation and organizing, formulation of alternative solutions, implementation of concrete actions, as well as reflection and evaluation. Through the application of Case-Based Methods and Project-Based Learning, students acted as active partners. This intervention triggered a significant behavioral shift. The proportion of students who merely memorized theory dropped drastically to below 15%, while simultaneously boosting participation in social actions. This collaborative effort also successfully produced a series of creative digital educational contents based on local multicultural values on social media under the hashtag #PancasilaInActionUNG. To ensure program sustainability, a draft of academic policy recommendations has been submitted to the Integrated Service Unit for Compulsory General Courses (UPT MKWK) of UNG to integrate this learning model into the mandatory curriculum. This program proves that participation-based strengthening of the national ideology is capable of transforming diversity into an integrative strength, while building the moral integrity of students in accordance with the mandate of the Law.
Generation Z, Ideology, Pancasila, Participatory Action Research, Universitas Negeri Gorontalo.
Abstrak:
Tantangan disorientasi nilai akibat paparan hoaks, radikalisme digital, dan individualisme ekstrem kini nyata dihadapi mahasiswa Generasi Z di lingkungan perguruan tinggi. Guna merespons amanat yuridis penguatan ideologi negara dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 dan Peaturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022, Universitas Negeri Gorontalo perlu membenahi kesenjangan implementasi di lapangan. Data awal menunjukkan 55% mahasiswa masih memandang Pancasila sebatas hafalan teoretis yang kaku, sehingga baru 25% yang mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini mendorong pelaksanaan program pengabdian masyarakat untuk memacu pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila pada mahasiswa UNG melalui intervensi terukur. Pendekatan Participatory Action Research menggerakkan empat tahapan utama: inkubasi kemampuan dan pengorganisasian, perumusan alternatif solusi, pelaksanaan aksi nyata, serta refleksi dan evaluasi. Melalui penerapan Case-Based Method dan Project-Based Learning, mahasiswa bertindak sebagai mitra aktif. Intervensi ini memicu perubahan perilaku yang signifikan. Proporsi mahasiswa yang sekadar menghafal teori menurun drastis menjadi di bawah 15%, sekaligus mendongkrak partisipasi dalam aksi sosial. Kerja sama tersebut juga berhasil memproduksi rangkaian konten edukasi digital kreatif berbasis nilai multicultural lokal di media sosial melalui tagar #PancasilaInActionUNG. Untuk mengawal keberlanjutan program, draf rekomendasi kebijakan akademik telah diserahkan kepada UPT MKWK UNG demi mengintegrasikan model pembelajaran ini ke dalam kurikulum wajib. Program ini membuktikan bahwa penguatan ideologi bangsa berbasis partisipasi aktif mampu mentransformasi keragaman menjadi kekuatan integratif, sekaligus membangun integritas moral mahasiswa sesuai amanat Undang-Undang.
Kata Kunci:
Generasi Z, Ideologi, Pancasila, Participatory Action Research, Universitas Negeri Gorontalo.
References
Asmaroini, A. P. (2017). Menjaga Eksistensi Pancasila dan Penerapannya bagi Masyarakat di Era Globalisasi. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 50-64.
Azaria, A. S., Ramadhani, M., Zahirah, R., Luthfi, S., Habibi, N., & Hamidah, E. (2026). Generasi Alpha di Persimpangan Pengetahuan: Urgensi Integrasi Ilmu dalam Membentuk Karakter dan Pola Pikir Era Digital. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN: 3026-6629, 4(1), 31-37.
Cahyati, I., Nopriani, A., & Ramadhan, A. (2025). DINAMIKA PENDIDIKAN PANCASILA DI ERA GLOBALISASI. Journal of education, 1(2), 160-169.
Karjono, K. (2023). Pancasila Sebagai Basis Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 3(2), 228-239
Mahmud, R., W. Wantu, A., Mawahda, N., & Abdullah, M. W. (2025). Membangun Kesadaran Politik Siswa dalam Mengukuhkan Semangat Kewarganegaraan Multikultural di SMA Negeri 5 Gorontalo: Pengabdian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 10128–10139. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3329
Swandana, I. (2025). Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Resiliensi Mahasiswa terhadap Radikalisme : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 3294–3302. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2114
ZIqrie, N. D., Hasulby, N. A., & Sukma, G. S. (2025). Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara. Journal of Education, 1(3), 379-385.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan



